Baiklah, aku akan bercerita, dia adik kelas, mencoba akrab
tidak tahu apa maksudnya, apa aku dekati saja ya,, supaya jelas, tapi entah masih belum ketemu jalannya
biarlah,,
sering sekali menyapaku, terakhir tadi sore, saat baru saja banguntidur,, dia menyepaku, dan memintaku untuk tidak selalu menunduk,,, aku keseringan hanya tersenyum saat dia menyapa
yah,, kenapa yang deket aku adek kelas doang sih?
aku kan sukannya sama yang lebih tua, tapi secara fisik dia good, anaknya sepertinya baik juga,,
dia salah satu anak berwajah baik yang aku kenal,,
eh ada satu lagi anak BEM yang selalu menanyakan kabarku, kabar robotku,, dia baik, anak baik juga, tapi dia sangat kritis pada kehidupan kampus, aku suka, tapi terlalu frontal,, mungkin karena susah semester tua, seingatku dia tak cerewet itu saat kita pertama kali bertemu,,,
aku dengar rumur, dialah yang suka aku,, ahh,, sudah lupakan, hehe
toh dia tidak pernah mendekatiku secara serius, aku hanya akan berfokus pada yang serius saja, tapi keduanya sama2 alim kok, berbeda sekali dengan yang tiap hari bermain kotor disini, dan aku tak pernah bisa mengingatkan,, yahh.. maafkan aku ya Allah, bukan aku tak mau mengingatkannya lagi, tapi kita sama2 dewasa, suatu saat aku akan mengingatkannya di depan mereka berdua, sekali lagi, dan benar2 yang terakhir,, aku akan mengingatkan dengan cara yang berbeda..
aku bukannya lelah untuk mengingatkan, tapi aku hanya tak ingin cara yang membuatnya jengah,, ya sudah, tolong kasih saja dia kesadaran penuh untuk tetap menjaga dirinya,,,aaaamiiin :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar