Tuhan, Jika saja engkau memperkenankan,, aku mmenjadi sseuatu yang aku impikan, dimana bayangku tak pernah menjadi semu, , izinkan aku menulis ingin seperti apa aku saat ini...
1. Membahagiakan orang tua
2. Pintar
3. Cerdas
4. Lulus tepat waktu
5. Punya pacar, ganteng, keren, cerdas, pintar, mencintai, dan mengasihiku yang dalam waktu dekat menjadi suamiku
6. Punya kerjaan tetap yang keren, gaji besar, dan pegawai kantor semuanya orang baik, bijak, dan ramah.
7. Kuliah di luar negeri bersama suami tercinta
8. Punya anak kandung yang lucu-lucu dan sehat, cerdas, dan bermartabat berjumlah 3 kalau bisa triplet
9. Naik haji bersama keluarga besar
10. Mengunjungi tempat2 keren bersama suami
11. Menikamati keindahan alam di Indonesia bersama suami tiap weekend
12. Gaji suami besar, terbilang mapan, dan tidak pernah habis
13. Suami bukan orang yang pelit uang ke aku dan keluarga besar
14. Suami adalah orang alim yang mampu mengajakku ke jalan menuju surga, mengerjakan sunnah rosul. dan tidak pernah melanggar larangan Allah, terbuka dengan apa yang ada diisi hatinya, merupakan orang yang menarik dari sisi ucapan, dan perilaku.
15. Kerjaan suami halal, dan tetap
16. Suami adalah tipe pekerja keras, yang tidak mudah menyerah mengahadapi segala masalah.
17. Suami adalah tipe penyabar dalam menghadapi kekuranganku, dan kekurangan orang disekitarnya.
18. Keluarga besarnya mencintaiku seperti mereka mencintai suami
19. Semua list yang ada disini menjadi kenyataan
20. Suami bukan tipe orang yang sering membuatku cemburu dengan cara dekat dengan perempuan lain selain aku
21. Tidak pernah ada masalah pelik dalam keluarga
22. Suami dan aku adalah jodoh sampai mati
23. Suami dan aku bahagia dunia akhirat
Itu memmang harapan yang sangat ingin aku capai, dan semoga saja memang akan tercapai secepatnya,, aamiiin
Selagi masih senggang, sebelum cuci baju, aku ingin bercerita sesuatu,,
aku dekat sama mas itu,, dekat tidak dekat sekali, tapi waktu iseng kita sering kali dihabiskan untuk main bersama,,
cerita hal geje bersama, share something together, dari sedeotan yang sama, dari sendok yang sama,
speechless kadang2 tapi aku tidak ingin suka dengannya, tidak akan pernah suka dengannya, cara dia bermain sama mbak itu memuakkan, berebut hp, memuakkan, saling menyentuh dan memuakkan, saling memegang, kenapa malah jadi bercerita hal yang memuakkan,, saling berebut perhatianku, sampai aku jengah, Dan aku tidak bisa menegur, aku benci, sangat benci,,
mana ada cewek yang sedang jatuh cinta itu, bermain dengan orang lain, tidak fokus dengan orang yang dicintainya, berperilaku seperti cowok, memijat laki-laki lain. mengharap coklat dari laki-laki lain. Kamu terlalu menganggap remeh laki-laki itu,bagaimanapun dia tetap laki-laki. bisa saja kamu cintai, dan bisa saja dia mencintaimu.
yang mungkin saja aku cintai, seandainya saja dia tidak berperilaku seperti itu terhadapmu
ah, sudah lupakan, aku ingin melupakan semua perilaku orang yang tidak penting terhadapku,, sudah lupakan... daaah...
Sabtu, 21 Maret 2015
Wisudanya kampus sebelah yang ke 111
ini tentang seorang kakak kelas yang wisuda,, tanggal 14 maret 2015
teman, sahabat, sekaligus kakak dengan sosok yang sangat tidak dewasa.. mmm
maaf udah bilang gini,, tapi sepertinya memang seperti itu,, semakin melihat, semakin pula aku merasa, kamu sosok yang sangat tidak dewasa, berteriak sepenuh hati,,,
ditegut, kamu terlihat marah, tidak ditegur, aku miris,,
ah sudahlah selamat,, ini wisudamu, selamat dan sukses,, aku ingin posting iniii..
foto kita,, hehehe :)
make up by mahasiswa deadliner,, kk...
teman, sahabat, sekaligus kakak dengan sosok yang sangat tidak dewasa.. mmm
maaf udah bilang gini,, tapi sepertinya memang seperti itu,, semakin melihat, semakin pula aku merasa, kamu sosok yang sangat tidak dewasa, berteriak sepenuh hati,,,
ditegut, kamu terlihat marah, tidak ditegur, aku miris,,
ah sudahlah selamat,, ini wisudamu, selamat dan sukses,, aku ingin posting iniii..
foto kita,, hehehe :)
make up by mahasiswa deadliner,, kk...
Jumat, 20 Maret 2015
Anak BEM itu,,,
Baiklah, aku akan bercerita, dia adik kelas, mencoba akrab
tidak tahu apa maksudnya, apa aku dekati saja ya,, supaya jelas, tapi entah masih belum ketemu jalannya
biarlah,,
sering sekali menyapaku, terakhir tadi sore, saat baru saja banguntidur,, dia menyepaku, dan memintaku untuk tidak selalu menunduk,,, aku keseringan hanya tersenyum saat dia menyapa
yah,, kenapa yang deket aku adek kelas doang sih?
aku kan sukannya sama yang lebih tua, tapi secara fisik dia good, anaknya sepertinya baik juga,,
dia salah satu anak berwajah baik yang aku kenal,,
eh ada satu lagi anak BEM yang selalu menanyakan kabarku, kabar robotku,, dia baik, anak baik juga, tapi dia sangat kritis pada kehidupan kampus, aku suka, tapi terlalu frontal,, mungkin karena susah semester tua, seingatku dia tak cerewet itu saat kita pertama kali bertemu,,,
aku dengar rumur, dialah yang suka aku,, ahh,, sudah lupakan, hehe
toh dia tidak pernah mendekatiku secara serius, aku hanya akan berfokus pada yang serius saja, tapi keduanya sama2 alim kok, berbeda sekali dengan yang tiap hari bermain kotor disini, dan aku tak pernah bisa mengingatkan,, yahh.. maafkan aku ya Allah, bukan aku tak mau mengingatkannya lagi, tapi kita sama2 dewasa, suatu saat aku akan mengingatkannya di depan mereka berdua, sekali lagi, dan benar2 yang terakhir,, aku akan mengingatkan dengan cara yang berbeda..
aku bukannya lelah untuk mengingatkan, tapi aku hanya tak ingin cara yang membuatnya jengah,, ya sudah, tolong kasih saja dia kesadaran penuh untuk tetap menjaga dirinya,,,aaaamiiin :)
tidak tahu apa maksudnya, apa aku dekati saja ya,, supaya jelas, tapi entah masih belum ketemu jalannya
biarlah,,
sering sekali menyapaku, terakhir tadi sore, saat baru saja banguntidur,, dia menyepaku, dan memintaku untuk tidak selalu menunduk,,, aku keseringan hanya tersenyum saat dia menyapa
yah,, kenapa yang deket aku adek kelas doang sih?
aku kan sukannya sama yang lebih tua, tapi secara fisik dia good, anaknya sepertinya baik juga,,
dia salah satu anak berwajah baik yang aku kenal,,
eh ada satu lagi anak BEM yang selalu menanyakan kabarku, kabar robotku,, dia baik, anak baik juga, tapi dia sangat kritis pada kehidupan kampus, aku suka, tapi terlalu frontal,, mungkin karena susah semester tua, seingatku dia tak cerewet itu saat kita pertama kali bertemu,,,
aku dengar rumur, dialah yang suka aku,, ahh,, sudah lupakan, hehe
toh dia tidak pernah mendekatiku secara serius, aku hanya akan berfokus pada yang serius saja, tapi keduanya sama2 alim kok, berbeda sekali dengan yang tiap hari bermain kotor disini, dan aku tak pernah bisa mengingatkan,, yahh.. maafkan aku ya Allah, bukan aku tak mau mengingatkannya lagi, tapi kita sama2 dewasa, suatu saat aku akan mengingatkannya di depan mereka berdua, sekali lagi, dan benar2 yang terakhir,, aku akan mengingatkan dengan cara yang berbeda..
aku bukannya lelah untuk mengingatkan, tapi aku hanya tak ingin cara yang membuatnya jengah,, ya sudah, tolong kasih saja dia kesadaran penuh untuk tetap menjaga dirinya,,,aaaamiiin :)
Hidup tak seperti itu
Hidup memang tidak seperti yang kita mau,, enggg... baiklah dia baik, baik sekali, tapi aku melihat sisi buruknya yang tidak bisa ditolerir sedikitpun,,,
bermain seperti itu buruknya
mencoba tidak bosan dengan cara yang dibenci Allah,, aku tak suka,,
sedikitpun aku tak suka, dan tidak akan pernah menyukainya,,
terimakasih sudah seperti itu, karena itu membantuku untuk tidak tenggelam pada kebaikanmu...
terimakasih,, yah,, tidak ada lagi yang bisa kukatakan selain itu..
engg.. btw kemarin.. aku bertemu dengan dia lagi,, yah,, benar sekali mas itu,, mungkin ke job fair, and everybody know that,,,
aku jatuh ciinta lagi kesekian kalinya..
Ya Allah,, tolong aku,, help,,, pliis..
aku belum sanggup melupakannya ternyata,, apa tidak akan pernah sangup?
aih, lelah ya Allah...
aku melting lagi,, dia begitu indah, dan sempurna, bahkan meski hanya bayang-bayangnya saja
dan aku begitu rapuh karena ketidak berdayaan ini, tolong aku ya Allah,, kenapa aku bertemu dengannya lagi? kenapa mataku diputuskan untuk melihatnya lagi?
melihat bayangnya lagi?
Aku sedang tidak ingin, tentu saja dalam hati sangat ingin sekali, tapi aku tak sanggup meminta macam-macam untuk itu,, aku belum sesempurna itu untuk meminta hal yang seindah itu,,
tolong ya Allah,,,,
ya Allah, aku hanya menginginkannya, tapi entah, aku tidak ingin pacaran kok, seberapa aku meyakinkan diriku, aku memang sedang tidak ingin pacaran,, tentu saja aku ingin mendapat yang terbaik, tapi bukan dengan cara yang kotor seperti itu,, biar saja semuanya berjalan mengalir seperti air,,, perlahan dan pasti akan bermuara pada lautan yang luas, dalam, tak terlihat riak airnya, bukan cinta yang ramai seperti anak kecil yang merengek tak jelas,,
ya Allah kabulkan yaaah,,aamiiin
bermain seperti itu buruknya
mencoba tidak bosan dengan cara yang dibenci Allah,, aku tak suka,,
sedikitpun aku tak suka, dan tidak akan pernah menyukainya,,
terimakasih sudah seperti itu, karena itu membantuku untuk tidak tenggelam pada kebaikanmu...
terimakasih,, yah,, tidak ada lagi yang bisa kukatakan selain itu..
engg.. btw kemarin.. aku bertemu dengan dia lagi,, yah,, benar sekali mas itu,, mungkin ke job fair, and everybody know that,,,
aku jatuh ciinta lagi kesekian kalinya..
Ya Allah,, tolong aku,, help,,, pliis..
aku belum sanggup melupakannya ternyata,, apa tidak akan pernah sangup?
aih, lelah ya Allah...
aku melting lagi,, dia begitu indah, dan sempurna, bahkan meski hanya bayang-bayangnya saja
dan aku begitu rapuh karena ketidak berdayaan ini, tolong aku ya Allah,, kenapa aku bertemu dengannya lagi? kenapa mataku diputuskan untuk melihatnya lagi?
melihat bayangnya lagi?
Aku sedang tidak ingin, tentu saja dalam hati sangat ingin sekali, tapi aku tak sanggup meminta macam-macam untuk itu,, aku belum sesempurna itu untuk meminta hal yang seindah itu,,
tolong ya Allah,,,,
ya Allah, aku hanya menginginkannya, tapi entah, aku tidak ingin pacaran kok, seberapa aku meyakinkan diriku, aku memang sedang tidak ingin pacaran,, tentu saja aku ingin mendapat yang terbaik, tapi bukan dengan cara yang kotor seperti itu,, biar saja semuanya berjalan mengalir seperti air,,, perlahan dan pasti akan bermuara pada lautan yang luas, dalam, tak terlihat riak airnya, bukan cinta yang ramai seperti anak kecil yang merengek tak jelas,,
ya Allah kabulkan yaaah,,aamiiin
Langganan:
Postingan (Atom)
