shiiiit!!!!
aku selalu ingin berteriak dalam hati
memamnggil namamu keras-keras, tak terbatas rasa malu yang selalu menderu-deru.
Aku selalu ingin menyebut namamu dalam doaku, tapi otak tak pernah mengijinkan
Sang otak selalu bilang, Tuhan tak suka dengan doa yang memaksa
Aku hanya bisa berdoa pada Tuhan, agar Tuhan mempercepat kesuksesanmu,
mempercepat pertemuan kita,,
Semilir angin yang tanpa permisi membelai lembut pipiku tiap hari, menerbangkan kerudungku, dan tersingkap,,aku selalu ingat kamu,
kamu,, aku rindu
Apa perlu aku masih meneriakkan namamu dalam hatiku, dalam doaku, aku lelah,,
otakku selalu memerintahkan kelelahanku, tapi hatiku tak pernah selelah itu,,
ketidaksinkronan yang tak terbatas ini,, aku juga lelah,, >.<
kamu dimana?
aku tidak ingin hatiku menjadi kaku atas ketidakhadiranmu,,,
tidak seharusnya ini terjadi,,
kita sudah berpisah sekitar enam bulan,, dan aku hanya mendengar kabarmu tidak lebih dari 3 kali..
Tapi namamu berkali-kali disebut sebagai orang yang sangat memberikan contoh terbaik.
berkali-kali sampai aku harus menahan senyum karena itu. ergh...
aku sangat pandai bersandiwara menyembunyikan perasaanku,, tidak ada yang tahu
satu pun tak ada,,,
aku takut jika akhirnya bukan kamu
aku takut jika akhirnya malah menemukanmu bersama orang lain
aku takut...
pliiis,,, datanglah padaku saja, semakin aku ingat kenangan yang teah kita lalui bersama, semakin aku tersiksa, semakin aku sakit, ah, Tuhan tolong aku,,, >.<
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar